Pemahaman dan Pengamalan Para Shahabat Nabi

Pemahaman dan Pengamalan Para Shahabat Nabi

Pemahaman dan Pengamalan Para Shahabat Nabi

Pemahaman dan Pengamalan Para Shahabat Nabi

Allah dan RasulNya mengajak kita menafsirkan agama Islam dengan penafsiran yang baku dan standar yakni pemahaman para shahabat nabi Shalallahu `Alalayhi Wasallam, sebab para shahabat nabi adalah orang yang paling faham tentang agama ini dibandingkan dengan generasi sesudahnya dan mustahil agama ini sampai kepada kita kecuali melalui para shahabat nabi. Dalam hal ini Al Imam Al Bukhary meriwayatkan di dalam Shahihnya bahwa ketika Ibnu Abbaas mendapati Sa`ied Bin Jubair, Ibnu Abbaas mengatakan kepada Sa`ied Bin Jubair seorang tabi`in:”apakah kamu sudah nikah?” kata Sa`id:”belum” Ibnu Abbas:”menikahlah, karena sesungguhnya orang yang terbaik di ummat ini ialah yang paling banyak istrinya”. Kemudian Ibnu hajar Al `Atsqalaany mengomentari riwayat ini:”coba kita lihat, orang-orang terbaik dari ummat ini, Rasulullah Shalallahu `layhi Wasallam adalah orang yang paling banyak istrinya diantara kita, kemudian Abu Bakar Ash Shiddiiq adalah orang yang paling banyak istrinya setelah Rasulullah Shalallahu `Alalyhi Wasallam, kemudian setelah itu Umar Ibnul Khaththaab, kemudian Utsman Ibn Affaan, kemudian `Ali Ibn Abi Thaalib sepeninggal Fathimah Bintu Rasulillah Shalallahu `Alalyhi Wasallam.” Ini adalah pemahaman dan pengamalan para sahabat nabi tentang keutamaan berpoligami. Maka sangat lucu kalau ada orang yang mengatakan bahwa poligami itu haram atau tidak disyari`atkan sementara orang-orang terbaik dalam ummat ini (Islam) yakni Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam dan para shahabatnya melakukannya.

Sumber : https://abovethefraymag.com/