Pelajar Diberi Pemahaman Pengawasan Partisipatif Pemilu

Pelajar Diberi Pemahaman Pengawasan Partisipatif Pemilu

Pelajar Diberi Pemahaman Pengawasan Partisipatif Pemilu

Pelibatan pemilih pemula (milenial) untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, menjadi perhatian khusus Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi.

Selain jumlahnya yang cukup besar, mayoritas diantara mereka juga masih awam terkait pemahaman pemilu dalam penggunaan hak pilih yang dijamin oleh konstitusi.

Oleh karena itu, Bawaslu Kota Bekasi melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK sebagai salah satu basis pemilih milenial untuk memberi petunjuk dan pemahaman penggunaan hak pilih pada pemilu mendatang.

Dengan menggandeng 80 peserta calon pemilih pemula dari berbagai SMA dan SMK yang ada di Kota Bekasi, Bawaslu menghelat kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi pemilih pemula, di Hotel Merapi Merbabu, Bekasi Timur, kemarin.

Para pelajar tersebut diberi pembekalan berupa materi kepemiluan

, terkait apa itu pemilu, aturannya, fungsi pengawasan hingga cara-cara kerja pengawasan penyelenggaraan pemilu.

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail mengatakan, lewat pembekalan tersebut, diharapkan para peserta pemilu dapat menjadi mitra aktif Bawaslu Kota Bekasi dalam melakukan kerja-kerja pengawasan di sekitar lingkungannya, baik rumah maupun sekolah.

“Kami menganggap pemilih pemula ini sudah paham pemilu dan kampanye, karena sudah diberikan materi oleh KPU dan nara sumber lain. Semisal nanti ada yang kampanye di sekolah, mereka bisa melakukan pencegahan dengan cara melaporkan ke Bawaslu mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan sampai di tingkat Kota. Begitulah kira-kira kongkritnya,” ujar Ali.

Ia menjelaskan, 80 peserta yang mengikuti acara tersebut berasal dari 18 sekolah SMA

maupun SMK swasta ataupun negeri yang mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

“Karena ada keterbatasan, jadi tidak seluruh pelajar SMA khusus nya kelas IX bisa kami undang. Namun kami harapkan mereka yang datang dapat menyebarkan poin penting ini ke teman-temennya,” terang Ali.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Siswanto menambahkan

, pemilih pemula tersebut aktif menggunakan gadget dan media sosial. Untuk itu, pihaknya akan aktif juga memberikan informasi kepada pemilih pemula tentang segala hal yang dilarang dalam kampanye.

“Di dunia gadget itu banyak hal-hal yang tidak semestinya diucapkan dan itu dilarang dalam kampanye. Ini yang mereka harus ketahui, semisal kampanye tidak boleh mengandung unsur sara dan mengadu domba,” beber Tommy

 

Sumber :

https://ruangseni.com/