Padang Lakukan Lomba Tahfiz Juz 30 Bagi Pelajar SD, Wawako: Mari Belajar Alquran Hingga Akhir Hayat!

Padang Lakukan Lomba Tahfiz Juz 30 Bagi Pelajar SD, Wawako: Mari Belajar Alquran Hingga Akhir Hayat!

Padang Lakukan Lomba Tahfiz Juz 30 Bagi Pelajar SD, Wawako Mari Belajar Alquran Hingga Akhir Hayat!

Wakil Walikota Padang, Emzalmi membuka lomba Tahfiz Juz 30

(Juz ‘Amma) antar SD/MI se-Kota Padang, di halaman Balaikota Padang, Senin (18/4/2016). Emzalmi menekankan bahwa belajar Alquran tidak akan pernah habisnya.

“Belajar Alquran tidak akan pernah selesai hingga akhir hayat,” kata Wawako di depan seluruh peserta.

Dikatakan Emzalmi, proses mendidik anak dalam ilmu agama mesti ditanamkan sejak dini. Seluruh anak di Kota Padang dididik untuk mampu membaca Alquran dengan baik dan benar secara berkelanjutan. “Salah satu dasar hukumnya yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2003 tentang wajib tulis baca Alquran,” kata Wawako.

Namun begitu, Wawako mengakui bahwa Perda tersebut belum berjalan efektif.

Begitu tamat Sekolah Dasar (SD), anak-anak sudah berhenti belajar Alquran. Karena itu, Emzalmi mengiginkan implementasi Perda lebih dibangkitkan lagi. “Caranya yakni dengan membuatkan modul untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA. Namun sebelumnya tentu harus diawali dengan seminar oleh pakar,” terang Wawako.

Nantinya, setelah adanya modul, akan lebih diperkuat lagi dengan terbitnya Peraturan Walikota (Perwako). Sehingga pelaksanaan baca tulis Alquran akan berkesinambungan di kalangan siswa didik di Kota Padang.

Terkait lomba Tahfiz Juz 30 (Juz ‘Amma) antar SD/MI se-Kota Padang, Wawako menyebut bahwa lomba yang diadakan merupakan penguatan bagi siswa agar mampu untuk terus menghafal Alquran. Diadakannya lomba bagi siswa SD merupakan keharusan, karena siswa SD adalah generasi penerus, calon pemimpin bangsa ke depan. “Kalau sudah ditempa sejak dini, bila sudah dewasa nanti tidak lupa (dengan Alquran),” terang Emzalmi.

Wawako berharap, dengan digelarnya lomba tahfiz ini akan tercipta Kota Padang yang nyaman, aman dan religi. Serta nantinya Padang menjadi kota syariah.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang,

Al Amin menyebut lomba tahfiz kali ini terbesar di dunia. Disebut terbesar sedunia karena peserta lomba cukup banyak, mencapai 13 ribu peserta. “Ini bisa disebut lomba tahfiz terbesar di dunia, sebab diikuti hampir 13 ribu peserta dari 413 SD/MI di Kota Padang,

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/4wGUN5IdT0zSa3s