Mengenal Istilah Black Friday dan Fakta Unik Dibaliknya

Mengenal Istilah Black Friday dan Fakta Unik Dibaliknya

Mengenal Istilah Black Friday dan Fakta Unik Dibaliknya

Istilah Black Friday mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Hal tersebut wajar mengingat istilah ini hanya ada di Amerika Serikat. Namun dengan seiring berkembangnya waktu, istilah ini pun mulai dikenal luas oleh masyarakat di seluruh dunia.

Lantas apa sebenarnya Black Friday tersebut? Mengutip dari laman Wikipedia, Black Friday adalah nama atau istilah tidak resmi untuk hari setelah Hari Thanksgiving di Amerika Serikat, yang biasanya jatuh pada hari Kamis keempat pada bulan November setiap tahunnya, yang dianggap sebagai awal dari musim belanja Natal negara itu.
Muat Lebih

Analisa Pakar Mengenai Pembobolan Rekening Bank Milik Ilham BintangJadi Youtuber Gaming,

Nenek 89 Tahun Ini Jago Main GTA dan CoDPewDiePie Hapus Akun Twitter, Ada Apa ?

Biasanya dalam event black friday ini, para peritel, e-commerce, toko, dan perusahaaan jasa dan pelaku bisnis yang lain akan menawarkan diskon besar-besaran sehingga tidak jarang pembeli akan berebut untuk mendapatkan barang yang diinginkan.
Baca Juga : Jadi Korban Penipuan, Pelanggan Tekomsel Ini Harus Bayar Tagihan 10 Juta

Di Indonesia sendiri, ada salah satu event yang mirip dengan event Black Friday yakni Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Bedanya, hanya para e-Commerce atau toko online saja yang biasanya akan memberikan sejumlah promo khusus termasuk potongan harga.

Meskipun Indonesia tidak menggelar event Black Friday, tidak ada salahnya untuk mengetahui sekilas tentang fakta di balik gelaran yang paling ditunggu rakyat USA ini. Penasaran? Berikut ini ada beberapa di antaranya:

1. Awalnya Digunakan untuk Menyebut Kondisi Pasar Saham yang Hancur

Walau saat ini, Black Friday lebih dikenal sebagai hari belanja terbesar yang ada di Amerika Serikat. Namun, istilah ini sebenarnya sudah pernah dipakai pada tahun 1800-an. Istilah Black Friday ini sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat pada 24 September 1869. Saat itu, istilah ini dipakai untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang berantakan.

2. Pernah Berganti Nama Menjadi Big Friday

Salah satu kota yang ada di Amerika Serikat yang mempopulerkan istilah Black Friday

adalah Philadephia. Pada awalnya, istilah ini bernama Black Friday digunakan oleh anggota kepolisian setempat untuk menggambarkan kurewatan yang terjadi saat orang-orang berbelanja.
Baca Juga : PewDiePie Hapus Akun Twitter, Ada Apa ?

Namun sejak 1961, para penjual tidak setuju dengan istilah tersebut dan mereka

memilih mengganti nama dari Black Friday menjadi Big Friday. Namun ternyata, istilah Big Friday itu tidak bertahan dan istilah Black Friday yang lebih dikenal luas hingga saat ini.

 

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/castle-story-apk/