Keunikan Cleanroom

Table of Contents

Keunikan Cleanroom

 

Keunikan Cleanroom

Perbedaan perekayasaan software cleanroom dengan perekayasaan software konvensional dan berorientasi objek:
1. Penggunaan secara eksplisit quality control statistikal
2. Pemverifikasian spesifikasi desain menggunakan bukti kebenaran berbasis matematik
3. Sangat bergantung pada testing statistikal untuk menemukan error yang mungkin berakibat fatal
4. Meminimalkan peran unit testing dan debugging (dan secara dramatis mengurangi aktivitas testing oleh pengembang software)

Spesifikasi Fungsional
Cleanroom software engineering sesuai dengan prinsip analisis operasional dengan menggunakan metode yang disebut dengan box structure spesification. Boks mengenkapsulasi sistem (atau beberapa aspek dari sistem) pada suatu level detail. Melalui perbaikan proses bertahap, boks-boks disusun secara hirarki, di mana setiap boks memiliki transparansi referensial. Dengan begitu spesifikasi dari masing-masing boks sudah cukup untuk mendefinisikan refinement, tanpa bergantung pada implementasi boks yang lain.

[gambar 2]

a. Black box
Black box menspesifikasikan perilaku sistem atau bagian dari sistem. Sistem (atau bagian dari sistem) merespon stimuli (event) dengan mengaplikasikan aturan transisi yang memetakan stimuli ke respon (seperti dalam relasi himpunan, setiap stimuli berkorespondensi dengan respon yang sesuai). Itulah mengapa, boks teratas ini disebut black box. Karena pada level ini untuk sebuah even yang terjadi, kita hanya tahu sebatas respon yang akan diberikan oleh sistem, atau bagian dari sistem, tanpa tahu proses apa sebenarnya yang terjadi di dalam box.

Sumber : https://sam-worthington.net/