Kehadiran Guru, Pegawai SMPN 2 Harus Diabsenkan

Kehadiran Guru, Pegawai SMPN 2 Harus Diabsenkan

Kehadiran Guru, Pegawai SMPN 2 Harus Diabsenkan

Upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin, sesuai surat edaran

Kemendikbud RI melalui Dinas Pendidikan Kota Ambon harus kembali digalakan, karena dalam upacara ini akan ada evaluasi proses belajar mengajar selama seminggu.

Dalam upacara setiap Senin itu, banyak hal yang dapat diangkat dan disampaikan di depan para guru, pegawai dan siswa, seperti upacara yang dilaksanakan SMPN 2 Ambon pada Senin kemarin (24/8/2015.

Demikian keterangan Kepala SMP Negeri 2 Ambon Drs. La Siteny, M.Pd

kepada Tribun-Maluku.com diruang kerjanya Selasa (25/8).

Menurutnya, tugas profesional baik sebagai guru, pegawai dan siswa, harus ditingkatkan dengan peran masing-masing. Karenanya, kehadiran seluruh komponen sekolah baik sebagai Guru, Pegawai Tata Laksana, Clearning Sevice dan Satpam terus ditingkatkan dan perlu di Absenkan, atau masuk pulang sekolah harus menandatangani Absen sebagai tata tertib disiplin sekolah dan jika melanggar sesuai pembuktiannya maka harus diberikan sangsi.

Dicontohkan, yang sering masuk terlambat adalah para pegawai karenanya

, jika guru masuk jam 8.00 maka pegawai harus masuk paling lambat jam 07.30, karena mereka termasuk sangat menentukan jatuh bangunnya sekolah ini.

Sesuai penilaian sistem administrasi, maka SMP Negeri 2 Ambon masih jauh dari apa yang diharapkan atau masih acak-acakan,ā€¯ucapnya.

Selain itu penilaian negatif terhadap penggunaan dana BOS karena nilai 60 yang harus dipenuhi dalam operasionalnya tidak terjangkau.

Sebagai contoh, selama dilakukan rapat bersama dewan guru, orang tua dan OSIS, tidak pernah disertai dengan dikumpulnya undangan, padahal didalamnya tertera undangan di bawa serta, juga harus menandatangani daftar hadir, karena alat kelengkapan ini sebagai bukti untuk dilampirkan pada laporan penggunaan dana BOS, sewaktu ada pemeriksaan dari KPK, BPKP atau lainnya

 

Sumber :

https://busbagus.co.id/sejarah-jerman/