ITB dan Muba Jalin Kerjasama Pengelolaan Inti Kelapa Sawit

ITB dan Muba Jalin Kerjasama Pengelolaan Inti Kelapa Sawit

ITB dan Muba Jalin Kerjasama Pengelolaan Inti Kelapa Sawit

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berencana menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB)

dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau biofuel.

Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, saat ini luas lahan kebun sawit milik masyarakat Muba mencapai 8.124 hektar dan dikelola oleh 12 koperasi. Sedangkan dalam tahap proses usulan tahun 2019-2020 adalah seluas 5.360 hektar. Hingga tahun 2022, peremajaan kelapa sawit di Muba ditargetkan mencapai 42 ribu hektar.

”Saat ini Pemkab Muba sedang menuju pembuatan biofuel berbasis sawit, Muba berkeinginan untuk melakukan transformasi industri sawit agar bisa mendongkrak harga jual kelapa sawit rakyat. Kehadiran kami ke ITB ini untuk bekerjasama dalam merealisasikan terobosan inovasi energi terbaru,” kata Dodi, di Kampus ITB, belum lama ini.

Selain itu, Dodi juga mengaku, saat ini pihaknya juga berencana membangun mini refinery untuk penampungan sementara, dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang.

”Kami berharap, upaya pembenahan ini mampu mewujudkan petani sawit yang sejahtera,

mandiri, berdaulat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut Dodi, jika kerjasama yang dijalin bisa berjalan lancar dan berhasil, maka pada tahap awal pihaknya akan mewajibkan seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba menggunakan biofuel untuk operasional.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat MoU akan segera kita lakukan bersama ITB dan BPDP-KS untuk segera merealisasikan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Industri dan Teknik Kimia ITB, Prof Dr Dedi Kurniadi Meng mengungkapkan, Kabupaten Muba dikelilingi perkebunan sawit. Sehinga sangat cocok untuk mengolah inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati. Pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar biofuel diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi di bidang pertanian.

”Pengembangan minyak sawit sebagai energi alternatif sangat tepat karena Indonesia m

erupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia,” jelasnya.

Untuk itu, Dedi mengaku, pihak ITB menyambut baik langkah dan program terobosan yang dilakukan Bupati Muba dalam upaya mengembangkan biofuel di daerahnya.

”Kami sangat siap mendukung realisasi program ini. Kerjasama ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani sawit rakyat,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://asage.org/index.php/ASAGE/comment/view/8/0/36608