Fikom Unpad Paling Diminati

Fikom Unpad Paling Diminati

Fikom Unpad Paling Diminati

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri telah diumumkan pada Sabtu

(9/5) di Gedung Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta. Sebanyak 137.005 siswa pendaftar SNMPTN 2015 dinyatakan lulus seleksi.

’’Perguruan tinggi negeri yang paling diminati di SNMPTN 2015 adalah Universitas Padjadjaran, kemduian disusul Universitas Gadjah Mada di urutan kedua dan Universitas Brawijaya di urutan ketiga,” ujar Ketua Umum SNMPTN 2015 Rochmat Wahab seperti yang dilansir Pojok Satu, kemarin (10/5).

Unpad menerima calon mahasiswa melalui jalur undangan sebanyak 3.097 orang. Jumlah tersebut terseleksi dari 77.447 pendaftar di seluruh Indonesia.

Menurut Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S., angka itu meningkat dibanding tahun lalu.

Dari 50 program studi yang ada di Unpad, ada 10 program studi

yang memiliki jumlah peminat tertinggi di SNMPTN. Ilmu Komunikasi menjadi program studi dengan peminat tertinggi dengan 7.496 orang. Disusul Manajemen 6.491 orang, Akuntansi 5.100 orang, Farmasi 4.993 orang, Ilmu Hukum 4.704 orang, Keperawatan 4.481 orang, Teknik Informatika 4.343 orang, Psikologi 4.295 orang, Pendidikan Dokter 4.213 orang, serta Televisi dan Film 4.051 orang.

Dia mengatakan, jika dinyatakan lulus SNMPTN, para calon dapat melihat secara detail persyaratan yang harus dilakukan dan dilengkapi. Untuk registrasi administrasi, calon mahasiswa diwajibkan datang langsung ke kampus Unpad dengan menyertakan rapor asli.

Rapor asli itu akan digunakan untuk memverifikasi data nilai yang dimasukkan

pada saat pendaftaran. Jika terbukti terdapat kecurangan memanipulasi data nilai, maka status sebagai calon mahasiswa tersebut akan dibatalkan.

’’Sanksi tegas juga akan diberlakukan kepada sekolah asal calon mahasiswa. Sanksi itu dapat berupa didaftar-hitamkan hingga penurunan kredibilitas sekolah,” katanya.

Penurunan kredibilitas sekolah ini juga menurutnya akan berpengaruh kepada lulusan-lulusan di angkatan selanjutnya. ’’Jika ada kesalahan nilai dalam verifikasi, kami akan lihat tingkat kesalahannya. Kami bisa saja mem-blacklist sekaligus,” tandas Engkus. (

 

Baca Juga :