Clear box

Table of Contents

Clear box

Clear box

Clear box merupakan level terendah dalam box structure. Fungsi transisi yang dipanggil oleh state box didefinisikan di clear box (clear box berisi desain prosedural dari state box). Clear box berhubungan erat dengan pemrograman terstruktur. Spesifikasi prosedural yang terdapat pada struktur hirarki clear box dapat dibuktikan kebenarannya (akan dijelaskan pada bagian selanjutnya).
kiki5
[gambar 5]

Desain Cleanroom
Pendekatan desain yang digunakan pada perekayasaan software cleanroom banyak sekali menerapkan filosofi pemrograman terstruktur (terutama pada pendefinisian fungsi). Konsep enkapsulasi data, information hiding, dan pemilihan tipe data yang tepat digunakan untuk membuat desain data. Pada setiap level refinement, tim cleanroom melakukan verifikasi kebenaran formal. Keuntungan dilakukannya verifikasi desain:
Ò Mengurangi verifikasi pada finite process
Ò Memungkinkan tim cleanroom memverifikasi setiap baris desain dan kode
Ò Menghasilkan level defek mendekati nol. Ini merupakan hal yang terpenting karena proses debugging (penghilangan defek) merupakan aktivitas yang sangat membuang waktu dan mahal
Ò Menghasilkan kode yang lebih baik dibandingkan dengan kode yang dihasilkan unit testing

Pengetesan Cleanroom
Tujuan pengetesan cleanroom adalah untuk memvalidasi kebutuhan software dengan mendemonstrasikan bahwa sampel statistik use-case dapat dilakukan dengan sukses, yang akan menghasilkan sertifikasi pada komponen software. Komponen software reusable dapat disimpan bersama dengan skenario penggunaan, stimuli program, dan distribusi probabilitas. Pendekatan sertifikasi meliputi lima langkah:
1. Skenario penggunaan harus dibuat
2. Profil penggunaan harus dispesifikasikan
3. Test case dibangkitkan dari profil tersebut
4. Tes dijalankan dan data kesalahan dicatat dan dianalisa
5. Reliabilitas dikomputasikan dan disertifikasikan

Sertifikasi untuk perekayasaan software cleanroom membutuhkan dibuatnya tiga model berikut:
1. Model sampling. Software testing mengeksekusi m random test case dan akan memperoleh sertifikasi jika tidak ada error atau tidak lebih dari batas toleransi error
2. Model komponen. Sebuah sistem yang terdiri dari n komponen akan disertifikasikan. Model komponen memungkinkan analis untuk menentukan kemungkinan komponen tersebut akan gagal saat penyelesaian
3. Model sertifikasi. Reliabilitas sistem keseluruhan diproyeksikan dan disertifikasikan

Baca Juga  :