ARO dan ASR

Table of Contents

ARO dan ASR

ARO dan ASR

Akhirnya, saya punya niat, minat, dan waktu untuk menulis. Kali ini topik bahasan adalah ARO dan ASR.

Langsung saja, ARO merupakan singkatan dari Asset Retirement Obligation, yaitu suatu kewajiban bagi entitas untuk mengembalikan lokasi (site) yang telah selesai digunakan ke kondisinya semula. ARO secara implisit diatur dalam PSAK 16: Aset Tetap, PSAK 57: Provisi, liabilitas kontinjensi dan aset kontinjenai, dan ISAK 19 (berhubung saya online menggunakan wordpress android, saya belun sempat cari judul ISAK ini). Kebetulan ketiga standar yang terkait ini pernah saya bahas dalam tulisan2 sebelum ini.

ARO sangat terkait dengan entitas yang bergerak di sektor pengusahaan hulu minyak dan gas bumi. ARO di entitas hulu migas muncul dalam bentuk kewajiban entitas hulu migas tersebut untuk merestorasi site yang telah dijadikan sebagai sumur eksploitasi, pada akhir pemanfaatan (akhir eksploitasi).

Suatu entitas hulu migas memiliki kewajiban kini untuk merestorasi site di masa depan. Kewajiban ini merupakan pertukaran yang dapat diatribusikan ke dalam pemerolehan aset, walaupun pelunasannya di masa depan. Sehingga, kewajiban ini dicatat sebagai aset (dikapitalisasi). Pencatatannya bisa dalam satu akun tersendiri (misalnya aset ARO) atau dikapitalisasi bersama dengan aset sumur. Penjurnalannya adalah aset ARO (dr) pada provisi ARO (cr).
Mengapa provisi? Karena kewajiban ini bersifat pasti di masa depan, hanya saja nilainya masih berupa estimasi (lihat definisi provisi di PSAK 57).

Menggunakan konsep yang ada dalam PSAK 57, provisi ARO merupakan kewajiban kini yang pelunasannya di masa depan. Sehingga, nilai kini pencadangan kewajiban tersebut (ARO – kewajiban merestorasi sumur) harus ditarik ke masa depan (nilai pelunasan di masa depan) karena dalam dunia bisnis dan akuntansi terdapat konsep time value of money.
Perhitungan ini menggunakan rumus FV=PV*(1+i)^n, yang mana PV adalah nilai kini arus kas yang harus dikeluarkan untuk merestorasi site di masa depan, i merupakan rate inflasi, dan n adalah jangka waktu pemanfaatan aset sampai akhir masa pemanfaatannya. Setelah ketemu angka masa depan dari kewajiban merestorasi menggunakan rumus di atas (angka FV ketemu), langkah selanjutnya adalah menghitung premi risiko pasar dengan menggunakan rumus MRP= FV*%MRP, yang mana MRP adalah premi risiko pasar. Kemudian, FV + MRP = nilai masa depan dari kewajiban merestorasi yang telah disesuaikan dengan risiko pasar. Angka ini (katakanlah kita beri nama variabel ARO) kemudian ditarik ke nilai kini dengan menggunakan rumus PV = FV*(1+i)^-n. Yang mana PV adalah nilai kini ARO yang sudah disesuaikan dengan risiko pasar dan risiko kredit, FV adalah angka dari variabel ARO, i adalah tingkat kredit bebas risiko yang telah disesuaikan (%premi risiko pasar + %tingkat risiko kredit), dan n adalah jangka waktu pemanfaatan aset sampai akhir masa pemanfaatannya. Setelah ketemu angka PV dari ARO, angka PV ini dijurnal: Aset ARO (dr) pada Provisi ARO (cr).

Perhitungan di atas didasarkan pada konsep yang ada di PSAK 57, penjurnalannya (pengakuan ARO) menggunakan konsep yang ada dalam PSAK 16. Jika dalam periode berjalan terjadi perubahan estimasi, atau nilai akhir kewajiban merestorasi ada perubahan, maka perlakuannya mengikuti konsep dalam ISAK 19.

Setelah cukup mengenal ARO, maka selanjutnya kita bahas ASR (Abandonement and Site Restoration).

Secara konsep, ARO dan ASR sama. ASR merupakan kewajiban entitas hulu migas untuk merestorasi site setelah akhir pemanfaatan site yang mana kewajiban ini harus dicadangkan saat ini.

Perbedaan ARO dan ASR adalah, ARO merupakan persyaratan yang muncul karena IFRS (atau PSAK yang konvergen dengan IFRS) – dilaporkan di financial report, sedangkan ASR adalah persyaratan dari BPMigas dan dilaporkan dalam laporan FQR. Selain itu, ARO dikapitalisasi sebagai aset dan didepresiasi (diamortisasi), sedangkan ASR hanya merupakan pencadangan kas ke rekening escrow (yang mana pemegang rekening satunya adalah BPMigas) – sehingga ASR bersifat sebagai restricted cash.

Ketika ASR dicadangkan ke rekening escrow, ASR ini langsung dapat diajukan ke BPMigas untuk di-cost recovery-kan.

Apa itu cost recovery? Saya akan bahas dalam tulisan selanjutnya mengenai PSC Accounting. Jadi, stay tune!

Sumber : https://uptodown.co.id/