Alaihissalam Manusia Pertama

Alaihissalam Manusia Pertama

Alaihissalam Manusia Pertama

Allah Ta`ala azali dan abadi, tidak berpermulaan dan tidak pula berakhiran. Dia Al-Khaliq (Maha Pencipta segenap makhluk-Nya) dan Dia adalah Al-Hafidl (Maha Pemelihara segenap jagat raya) dan Dia juga Al-Maalik (memiliki dengan mutlak segenap alam). Dan Dia pula Al-Qahir (segala kehendak-Nya pasti terlaksana dan tidak ada yang mampu menghalangi kehendak-Nya). Semua itu adalah sifat rububiyah Allah dan karena itu dalam pengertian Tauhid Rububiyah dinyatakan bahwa Allah sajalah satu-satunya Dzat yang memiliki sifat-sifat tersebut di atas. Konsekwensi keyakinan tersebut ialah Tauhid Uluhiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah sajalah yang berhak diibadahi dengan cara peribadatan yang Dia kehendaki sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul-Nya.

Dalam rangka mengenali Rububiyah Allah, kita dituntunkan untuk mempelajari dan mengamati makhluk Allah Ta`ala dengan segala keunikannya yang menakjubkan. Allah Ta`ala berfirman:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta berselang-selingnya malam dan siang, bahtera yang mengarungi lautan untuk kegunaan bagi manusia, dan hujan yang Allah turunkan dari langit sehingga Dia menghidupkan dengannya tetumbuhan di bumi setelah sebelumnya dalam keadaan tidak bisa tumbuh karena kekeringan, dan dengan air hujan itu pula Allah tebarkan di bumi berbagai jenis makhluk melata. Juga dalam pengaturan peredaran angin dan mendung yang Allah atur pergerakannya di antara langit dan bumi, semua itu sungguh adalah sebagai pertanda kebesaran Rububiyah Allah bagi kaum yang berakal.” (Al-Baqarah: 164).

Juga Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

Dari Abdullah bin Salam, dia menyatakan: Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian berfikir tentang Allah, tetapi berfikirlah tentang makhluk Allah.” (HR. Abu Nu`aim Al-Asfahani dalam Hilyahnya jilid 6 halaman 66 – 67).

Sumber : https://andyouandi.net/